Logo
images

Destinasi Wisata Tentang Toleransi Beragama di Indonesia

Perbedaan keyakinan di negeri kita kerap berujung pada kejadian yang tak mengenakkan. Dari penutupan paksa tempat ibadah sampai penyerangan rumah warga minoritas, internet dan media cetak dipenuhi dengan berita negatif yang membuat kita pesimis akan masa depan toleransi hidup beragama di Indonesia.

Tapi sebenarnya, toleransi itu masih ada kok. Setidaknya sisa-sisanya masih bisa kamu lihat dalam keindahan enam destinasi wisata religi di artikel ini.

Kali ini, penulis akan memberitahu ke kamu tempat-tempat di Indonesia yang dapat kamu kunjungi untuk membuktikan bahwa perbedaan itu indah, jika kamu memikirkannya lebih dalam. Di mana sajakah itu? Yuk, kita telusuri satu persatu.

1. Di pusat ibukota, harmoni dua agama ditunjukkan oleh Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta yang dibangun saling berdampingan.

Salah satu simbol kerukunan umat antar agama yang terletak di pusat Ibukota Jakarta adalah Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Mereka dibangun berdampingan, berdiri melengkapi satu dan lainnya. Gereja Katedral sendiri mulai dibangun sejak tahun 1891 dan sempat terhenti pembangunannya karena kekurangan biaya pada tahun 1892. Sedangkan Masjid Istiqlal yang terletak tidak jauh dari Gereja Katedral diprakarsai pembangunannya oleh Presiden Soekarno. Masjid ini sendiri diresmikan pada 22 Februari 1978. Lokasi pembangunan masjid yang berdampingan dengan Gereja Katedral ini dipilih untuk melambangkan semangat persaudaraan, persatuan, dan toleransi umat beragama sesuai nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila.

2. Jakarta juga punya bukti kerukunan umat beragama yang lainnya. Contohnya Masjid Al-Muqarrabien dan Gereja Masehi Injil di Jakarta Utara.

Jakarta masih punya tempat lain yang membuktikan adanya toleransi umat beragama di Indonesia. Dua tempat ibadah yang menjadi simbol kerukunan tersebut terletak di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dua tempat ibadah tersebut adalah Gereja Masehi Injil Sangihe Talaud Mahanaim dan Masjid Al-Muqarrabien. Walau dibangun untuk dua keyakinan yang berbeda, dua tempat ibadah ini hanya terpisah oleh dinding.

3. Di Malang, kamu bisa menemukan GPIB Immanuel dan Masjid Agung Jami` yang bersanding berdampingan.

Di Malang, juga terdapat dua bangunan tempat beribadah yang saling berdampingan, kedua tempat ibadah tersebut berdiri berdekatan selama lebih dari 100 tahun. Lokasi kedua tempat beribadah ini terletak di jantung kota Malang, tepatnya di depan alun-alun kota, gereja yang dibangun pada tahun 1861 sedangkan masjid dibangun pada tahun 1875, meski hanya berhimpitan dipisahkan oleh kantor asuransi di tengahnya, tidak pernah ada pertengkaran ataupun percekcokan selama lebih dari 1 abad. Kedua pengurus tempat ibadat sering bekerja sama dan bertoleransi antara satu dengan yang lain, ketika perayaan natal tiba, pemuda Anshar dari Barisan Anshar Serbaguna (Banser) dan Remaja Masjid membantu berjaga keamanan dan tempat parkir jemaat. Begitu pun ketika sholat Id tiba, jamaah bisa sampe meluber di luar bangunan masjid, bahkan sebagian sholat di depan dan samping gereja.

4. Kompleks Puja Mandala adalah bukti kerukunan umat beragama di Bali.

Kompleks rumah ibadah yang terletak di kawasan Nusa Dua, Bali ini tergolong unik dan menarik. Kenapa? Karena di tempat inilah terletak bangunan beribadah lima agama yang ada di Indonesia yang terletak dalam satu kompleks, mungkin juga hanya satu-satunya di dunia. Lokasinya berada di kawasan bukit Kampial, yang biasa kita lewati jika hendak bervakansi ke kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) dari Tanjung Benoa. Kita dapat melihat lima bangunan peribadatan yang berderet, mulai dari Masjid, Gereja Katolik, Wihara, Gereja Kristen Protestan, dan Pura, mungkin karena itulah tempat ini disebut dengan nama Puja Mandala — yang artinya ruang untuk melakukan persembahyangan. Kita dapat melihat toleransi beragama ketika ibadah sedang berlangsung karena setiap agama mempunyai jadwal rutin yang berbeda dalam beribadah.

5. Bangunan GKL Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah saling berbagi tembok di Solo.

Bagi kamu yang berdomisili di Solo, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kedua bangunan yang terletak di Jl. Gatot Subroto, jalan besar yang membelah kota Solo bagian selatan menjadi dua bagian. Yang menjadikan tempat ini unik adalah bangunan Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah yang berdempetan dan saling berbagi tembok, lebih unik lagi ternyata alamat dari dua bangunan ini sama, yaitu di Jalan Gatot Subroto no. 222.

6. Di Minahasa, Tugu ajaran 5 agama di Bukit Kasih Kanonang menjadi simbol indahnya perbedaan keyakinan.

Tugu yang terletak di Bukit Kasih Kanonang, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara ini juga populer dengan sebutan wisata toleransi beragama. Tempat yang bisa dituju dengan waktu perjalanan selama 2 jam dari kota Manado ini memiliki menara dengan tinggi 22 meter dengan lima bidang sisi yang masing-masing sisinya terpahat relief simbol dari 5 agama besar di Indonesia. Selain itu, tempat wisata yang dibangun diatas tanah berukuran 4 hektar ini didirikan pada tahun 2002 dan memiliki 5 tempat ibadah bagi 5 agama yang berbeda di sekelilingnya.

Di tempat ini kamu dapat belajar, bahwa sesama manusia harus saling menghormati dan menyayangi, kamu juga harus menaiki tangga sebanyak 2.435 anak tangga, tak usah khawatir, rasa capekmu akan tergantikan dengan indahnya kawah belerang di sekitar tangga, yang airnya digunakan warga untuk memasak jagung, kacang, dan telur.


Diambil dari content Hipwee oleh Reza Akhmad



Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.